BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat akan dimulai pada 30 September 2025.
“Sekolah Rakyat di Kotim nanti mulai tanggal 30 September 2025 sudah MPLS,” kata Asisten I Setda Kotim Rihel saat memimpin rapat persiapan Sekolah Rakyat, Rabu, 10 September 2025.
Sebelum mengikuti MPLS, seluruh siswa wajib menjalani cek kesehatan. Pemeriksaan ini akan difasilitasi oleh Puskesmas di masing-masing kecamatan.
Jika hasil tes kesehatan siswa dinyatakan baik, maka mereka akan dikirim ke Sampit untuk mengikuti MPLS Sekolah Rakyat. Namun, apabila tidak lolos pemeriksaan, siswa tidak bisa ikut dalam program tersebut.
Rihel menjelaskan, penjemputan siswa akan dilakukan sehari sebelum MPLS, tepatnya pada 29 September 2025. Ada dua skenario penjemputan yang disiapkan yakni siswa diantar langsung oleh camat ke Kota Sampit dan jika kecamatan tidak mampu, maka pemerintah daerah akan menyiapkan penjemputan.
Selain persiapan siswa, pemerintah daerah juga diminta segera menyiapkan kebutuhan tenaga pendukung sebanyak 16–17 orang. Tenaga ini mencakup wali asuh, tata usaha, operator, petugas keamanan dan lain-lain.
"Ini sifatnya penunjukkan dan itu harus dipersiapkan selambatnya dikirim besok siang,” tambah Rihel.
Secara fisik, Sekolah Rakyat sementara atau yang disebut Sekolah Perintis di Kotim sudah siap digunakan di Islamic Center. Hanya beberapa kebutuhan teknis seperti mebeler dan proyektor yang masih menunggu.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kotim, Hawianan, mengatakan keputusan memilih tanggal 30 September 2025 berdasarkan arahan Kementerian. Ada tiga pilihan tanggal yang diberikan yakni 15, 22, dan 30 September 2025.
“Kita pilih tanggal 30 karena masih ada tahapan yang harus kita lalui seperti cek kesehatan dan menyiapkan tenaga wali asuh, satpam, juru masak, dan lainnya,” jelas Hawianan.
Ia menambahkan, dari 65 daerah di Indonesia yang ditunjuk menjalankan Sekolah Rakyat, sebagian besar juga memilih memulai MPLS pada 30 September 2025, termasuk Kotim. (DEWI PATMALASARI/Y)









