PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya terus menggencarkan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di berbagai wilayah.

Kali ini, sosialisasi menyasar Kecamatan Pahandut, dengan melibatkan perwakilan dari seluruh kelurahan yang ada di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, bertindak sebagai pemateri dalam kegiatan sosialisasi ini. Ia memberikan pemahaman mendalam mengenai penyebab Karhutla, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

"Pencegahan Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan pemahaman yang baik, kita bisa meminimalisir risiko terjadinya kebakaran," ujarnya, Kamis, 11 September 2025.

Selain memberikan materi tentang pencegahan Karhutla, Heri Fauzi juga mensosialisasikan aplikasi Perisai sebagai sarana informasi deteksi dini potensi Karhutla di Kota Palangka Raya.

Aplikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengambil tindakan cepat dalam mencegah terjadinya kebakaran.

"Aplikasi Perisai ini sangat berguna untuk memantau titik-titik panas dan potensi Karhutla. Mari kita manfaatkan aplikasi ini sebaik mungkin," ajaknya.

Camat Pahandut, Said Zain Bachsin, menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya Karhutla dan cara-cara pencegahannya.

"Kami sangat berterima kasih kepada BPBD Palangka Raya atas sosialisasi ini. Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Pahandut semakin peduli dan aktif dalam mencegah Karhutla," katanya.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh seluruh perwakilan kelurahan yang ada di Kecamatan Pahandut. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

"Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kecamatan Pahandut dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi ancaman Karhutla," pungkasnya. (PATHUR/H)