PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP berhasil meraih Penghargaan Setaracita Award 2025 dalam kategori Pendukung UMKM Petani Kelapa Sawit. Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian kegiatan Setaracita 2025 yang mengusung tema

“Menyongsong Sawit Emas 2045 melalui Hilirisasi dan SDM yang Inovatif.” Acara bergengsi tersebut berlangsung pada 8–10 September 2025 di Balikpapan Sport Convention Centre, Kalimantan Timur, dan menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan industri sawit nasional.

Setaracita 2025 diselenggarakan oleh Sawit Setara Co, media resmi dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), dengan tujuan mempertemukan berbagai stakeholders dan memperkuat pemahaman terhadap praktik terbaik serta teknologi terkini dalam sektor perkelapasawitan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi industri sawit menuju arah yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing global.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, membuka secara resmi kegiatan Setaracita 2025. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung pengembangan kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional.

“Sawit bukan hanya penting bagi Kalimantan Timur, tetapi juga menjadi posisi tawar Indonesia di kancah global. Kami siap mendukung sawit sebagai energi berkelanjutan,” ujar Rudy dalam rilis BPDP pada Kamis, 11 September 2025.

Rangkaian kegiatan Setaracita mencakup pameran produk sawit, penyerahan penghargaan Setaracita Award, serta talkshow interaktif.

Beberapa tema yang diangkat dalam talkshow antara lain dukungan BPDP terhadap UKMK sawit, arah kebijakan perkebunan menuju produksi berkelanjutan, penguatan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah, serta peran Kalimantan Timur sebagai pusat industri sawit dan penopang ekonomi Ibu Kota Nusantara.

Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan bahwa dukungan terhadap UKMK sawit merupakan bagian dari strategi BPDP dalam melawan kampanye negatif terhadap sawit.

“Kami terus mengkampanyekan kebaikan sawit melalui pemanfaatan produk-produk turunannya. Salah satu UKMK dari Kalimantan Timur bahkan masuk dalam Katalog 100 UKMK Sawit BPDP,” ungkap Helmi.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Gubernur Kalimantan Timur, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Bupati Kutai Kartanegara, perwakilan DPRD, Ketua Umum GAPKI, perwakilan dari Kementerian Pertanian dan Perindustrian, serta Ketua Umum Apkasindo dan Aspekpir.

Kehadiran para petani kelapa sawit dari seluruh Indonesia menambah semarak acara yang menjadi simbol kolaborasi dan semangat menuju masa depan sawit Indonesia yang lebih cerah.(TESTI PRISCILLA/R)