BORNEONEWS, Tamiang Layang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Barito Timur menerima kunjungan kerja 13 anggota Komisi I DPRD Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis, 11 September 2025.
Rombongan dipimpin Ketua Komisi I DPRD Banjar dan disambut langsung oleh Plt Kepala Dinas, Ari Panan P Lelu, beserta jajaran pejabat struktural.
Ari Panan mengatakan, kunjungan ini merupakan langkah dalam memperkuat sinergi antar daerah, khususnya dalam pembinaan perpustakaan, literasi digital, pelayanan publik, serta pengelolaan arsip yang lebih efektif.
“Banyak hal yang dibahas dan didiskusikan bersama, terutama menyangkut penguatan literasi masyarakat serta pengelolaan arsip yang lebih modern dan transparan,” ujarnya.
Ari Panan mengungkapkan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Barito Timur saat ini tengah mendorong pemanfaatan aplikasi Srikandi sebagai bagian dari sistem digitalisasi arsip. Dengan aplikasi tersebut, pengelolaan dokumen diharapkan lebih tertata dan memudahkan pelayanan bagi publik.
Sementara itu, perwakilan Komisi I DPRD Kabupaten Banjar menyampaikan apresiasi atas penerimaan yang hangat dari pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Barito Timur.
Mereka menilai, pengalaman Barito Timur dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung layanan publik dapat menjadi referensi penting untuk diterapkan di daerah mereka.
“Kami banyak belajar dari apa yang sudah dilakukan di Barito Timur, terutama dalam upaya memperkuat budaya literasi dan pemanfaatan teknologi digital untuk pelayanan masyarakat,” kata salah satu anggota DPRD Banjar.
Pertemuan tersebut juga menjadi ajang pertukaran informasi dan pengalaman mengenai strategi pengembangan perpustakaan, mulai dari peningkatan akses bacaan, pembinaan minat baca generasi muda, hingga pemanfaatan teknologi digital. Diskusi berjalan hangat dan produktif, menandai komitmen kedua belah pihak untuk terus memperkuat kerja sama lintas daerah.
Kunjungan kerja Komisi I DPRD Kabupaten Banjar diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan kearsipan. Selain itu, langkah ini juga diyakini akan memperkokoh budaya literasi masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola arsip yang transparan dan akuntabel. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









