KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sebanyak 58 purnapaskibraka dari Kabupaten Kapuas tahun 2024 melakukan kunjungan studi ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat pada Kamis, 11 September 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan mereka tentang pemerintahan dan memberikan gambaran langsung mengenai lingkungan pendidikan kedinasan.

Wakil Bupati Kapuas, Dodo, memimpin rombongan tersebut. Ia menekankan pentingnya kunjungan ini sebagai ajang silaturahmi yang juga memberikan kesempatan berharga bagi para pemuda untuk belajar langsung dari lingkungan pendidikan yang membentuk aparatur pemerintah yang berintegritas, disiplin, dan profesional.

"Kunjungan ini diharapkan dapat menambah wawasan mereka tentang dunia pemerintahan," ungkapnya.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Kapuas, Yuna But, juga mendampingi rombongan. Dalam kesempatan ini, beliau menyerahkan cinderamata kepada Kepala Bagian (Kabag) Akademik IPDN Jatinangor, Gentur Haru Anggoro, sebagai bentuk apresiasi. Momen ini juga menjadi ajang penguatan sinergi antara IPDN dan Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam upaya memajukan daerah dan negara.

Gentur Haru Anggoro, yang merupakan alumni Paskibraka, menyambut hangat kedatangan rombongan. Ia berbagi kisah singkat mengenai sejarah IPDN dan pengalamannya saat menempuh pendidikan di sana. Gentur menjelaskan bahwa seleksi penerimaan di IPDN dilakukan berdasarkan perengkingan per provinsi, bukan per kabupaten/kota, memberikan informasi penting bagi mereka yang berminat melanjutkan pendidikan di sana.

"Selama pendidikan di IPDN, semua biaya ditanggung penuh oleh negara, mulai dari pendidikan, makan, seragam, hingga laundry. Setelah lulus, para praja langsung diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan IIIa," paparnya.

Gentur meyakinkan para purnapaskibraka bahwa banyak dari mereka yang memiliki potensi besar untuk diterima di IPDN.

Para purnapaskibraka diajak berkeliling kampus untuk melihat secara langsung kondisi pembelajaran dan berbagai fasilitas yang tersedia. Mereka dapat mengamati bagaimana kehidupan praja sehari-hari, yang sangat terstruktur dan disiplin, serta berinteraksi dengan praja-praja IPDN untuk mendapatkan informasi lebih mendalam. (SABRIANOOR/j)