PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah menyampaikan pentingnya upaya normalisasi aliran sungai yang saat ini mulai banyak mengalami pendangkalan.

Hal tersebut disampaikan usai meninjau langsung wilayah yang terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Kumai, Kamis, 11 September 2025.

Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di wilayah rawan.

"Memang idealnya dilakukan normalisasi arus sungai, karena sudah mulai banyak endapan sehingga arus air menjadi tidak lancar,” ungkapnya.

Diinformasikan, bahwa pada Rabu, 10 September 2025, wilayah Kumai dilaporkan mengalami bencana alam akibat curah hujan tinggi yang mengguyur daerah setempat.

Di Desa Sungai Kapitan, sedikitnya satu rumah warga RT. 06 mengalami kerusakan pada beberapa bagian akibat longsor.

Selain itu, banjir setinggi 20–30 cm juga menggenangi sekitar 30 rumah warga. Di Kelurahan Candi juga mengalami kondisi sama, total ada 30 rumah terendam.

Genangan serupa juga dilaporkan di kelurahan Kumai Hulu RT.02 yang merendam 1 rumah dan jalan lingkungan. 

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Hj. Nurhidayah juga secara simbolis menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama BPBD telah melakukan langkah-langkah penanganan sejak laporan pertama diterima.

“Dari hasil peninjauan di lapangan, selain curah hujan yang cukup tinggi, kondisi aliran air yang tersumbat juga menjadi penyebab banjir,” pungkasnya. (DANANG/j)