BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim peneliti Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) menggunakan teknologi "virtual reality" (VR) dalam mengajar siswa SMA 1 Muhammadiyah Palangka Raya, Kalimantan Tengah menjaga dan melestarikan warisan alam Suku Dayak.
Ketua tim peneliti UMPR, Rabiatul Adawiyah, di Palangka Raya, Kamis, 11 September 2025 mengatakan, program ini juga menjadi uji coba yang menggabungkan teknologi modern dengan pelestarian budaya.
"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian generasi muda untuk melestarikan tanaman obat tradisional khas Suku Dayak dengan cara kekinian," katanya.
Dia mengatakan, tanaman obat tradisional sejak lama dikenal memiliki manfaat luar biasa untuk kesehatan. Namun demikian, tantangan terbesar yang dihadapi dalam melestarikan ini adalah menjembatani kesenjangan antara tradisi lama dengan perkembangan teknologi yang pesat.
Melalui kegiatan ini, tim peneliti memanfaatkan aplikasi VR yang memungkinkan para siswa untuk mengalami dan mempelajari tanaman obat tradisional ini dalam bentuk yang lebih interaktif.
"Dengan VR, para siswa tidak hanya belajar tentang manfaat tanaman tersebut, tetapi juga bisa merasakan suasana alam tempat tanaman tersebut tumbuh, menjelajahi hutan-hutan khas Suku Dayak, dan berinteraksi langsung dengan lingkungan yang ada dalam simulasi tersebut," katanya.
Selain itu, tim peneliti juga menguji Skala Pelestarian Tanaman Obat Dayak (SPTOD) untuk menilai sejauh mana siswa memahami pentingnya pelestarian tanaman obat tradisional ini.
Rabuatul mengatakan, kegiatan yang memadukan teknologi dengan pengetahuan lokal ini diharapkan dapat menjadi model bagi program edukasi lainnya, yang dapat menginspirasi banyak pihak untuk lebih mengapresiasi dan menjaga warisan alam Indonesia.
Dengan menggabungkan kekayaan budaya Suku Dayak dan kecanggihan teknologi modern, tim ini tidak hanya berfokus pada pelestarian tanaman obat, tetapi juga berkomitmen untuk memelihara kearifan lokal yang menjadi identitas bangsa.
"Inovasi ini menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk menjaga dan mengenalkan budaya kepada generasi muda, sambil menjaga kelestarian alam untuk masa depan," kata Rabiatul.
Dia mengatakan, program ini mengusung judul "Merawat Warisan Alam Suku Dayak: Virtual Reality untuk Edukasi dan Pelestarian Tanaman Obat Tradisional secara Multidisipliner".
Dia menerangkan, penelitian ini mendapatkan dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, skema Hibah Penelitian Fundamental Reguler.
Turut sebagai anggota tim peneliti adalah M Fatchurahman, Guntur Satrio Pratomo, dan Ferdiyani Haris, serta sekelompok mahasiswa berbakat dari Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Sonia Lomei Wandianti, I Gusti Ayu Raya, Salsa Bina, dan Abid Naufal Adhika Wiratama.
ANTARA









