BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tergenang air. Ini setelah hujan dengan intensitas tinggi menguyur sejumlah wilayah di kabupaten setempat sejak Rabu malam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam mengungkapkan hal tersebut menyebabkan banjir di beberapa desa seperti Desa Beringin Tunggal Jaya, Kecamatan Parenggean.
"Desa Beringin Tunggal Jaya menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 70 sentimeter. Tim reaksi cepat (TRC) segera diturunkan ke lokasi untuk membantu penanganan awal," katanya, Kamis, 11 September 2025.
Selain di Parenggean, banjir juga terjadi di Kecamatan Antang Kalang dan Desa Lubuk Begantung di Kecamatan Bukit Santuai.
BPBD Kotim saat ini masih melakukan pendataan jumlah warga terdampak di beberapa kecamatan. Multazam menegaskan bahwa intensitas hujan ekstrem menjadi pemicu utama bencana ini.
Berdasarkan informasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II, hujan lebat masih berpotensi terjadi di daerah hulu Kotim dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini diperkirakan dapat memperparah risiko banjir di kawasan hilir.
"Kami terus memantau dan memperbarui data dari lapangan. Kami imbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Peringatan dini sudah disebarkan agar warga bisa bersiap lebih awal," pungkas Multazam. (DEVIANA/y)









