BORNEONEWS, Nanga Bulik - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lamandau sejak Rabu malam, 10 September hingga Kamis dini hari, 11 September 2025 menyebabkan Sungai Penopa dan Sungai Lamandau meluap. Akibatnya, sejumlah desa di kecamatan tersebut dilanda banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau segera menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi banjir untuk melakukan pendataan dan monitoring. Tim BPBD bekerja sama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Penopa untuk mendata jumlah korban terdampak banjir.
Kepala BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai banjir dan langsung menginstruksikan tim untuk bergerak cepat.
"Kami segera menerjunkan TRC ke lokasi untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan yang diperlukan," ujar Hendikel.
Data sementara menunjukkan bahwa Desa Penopa menjadi wilayah yang paling parah terdampak banjir. Puluhan rumah warga terendam dengan ketinggian air bervariasi. Beberapa fasilitas umum dan sosial juga ikut terendam.
"Selain Desa Penopa, banjir juga sempat merendam sebagian wilayah Desa Tanjung Beringin. Namun, kondisi air di desa tersebut dilaporkan sudah mulai surut," jelas Hendikel.
Berdasarkan data yang dihimpun, di Desa Penopa terdapat 62 Kepala Keluarga (KK) atau 178 jiwa yang terdampak banjir. Selain itu, banjir juga merendam 3 fasilitas umum (fasum) dan 3 fasilitas sosial (fasos) di desa tersebut. Ketinggian air di jalan Trans Kalimantan mencapai ±15 cm dengan panjang ruas jalan yang terendam ±400 meter. Jembatan desa juga terendam dengan ketinggian air ±135 cm, sementara ruas jalan desa yang terendam sepanjang ±150 meter. Ketinggian air di rumah warga berkisar antara ±40cm hingga 90cm, dengan 16 rumah terendam dan 46 rumah terdampak. Sebanyak 7 KK mengungsi ke rumah keluarga.
"Saat ini, tim BPBD masih terus melakukan pendataan dan monitoring di lokasi banjir. Belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa akibat peristiwa ini," terang hendikel
Hendikel mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir untuk tetap waspada dan berhati-hati. Masyarakat juga diminta untuk segera melapor kepada pihak berwenang jika membutuhkan bantuan. (NATALIA KRISTIN/y)









