BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya pelestarian budaya lokal melalui jalur pendidikan kembali mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi.
Tim peneliti dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Palangka Raya, menyambangi SDN Bukit Rawi 1 di Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah untuk meneliti ketersediaan buku cerita rakyat daerah setempat.
Tim peneliti yang diketuai oleh Syarah Veniaty ini terdiri dari dosen dan mahasiswa ini memfokuskan kajiannya pada tingkat ketersediaan buku cerita rakyat Kalimantan Tengah di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini menjadi bagian dari upaya mendukung literasi berbasis budaya lokal yang dinilai penting dalam membentuk karakter dan identitas peserta didik.
“Kami melaksanakan penelitian di SDN Bukit Rawi 1, dan akan berlanjut ke sekolah lain di Kecamatan Kahayan Tengah,” ujar Syarah kepada Borneonews pada Kamis, 11 September 2025.
Ia menambahkan bahwa selain menginventarisasi buku yang tersedia, tim juga meneliti bagaimana buku-buku tersebut dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Kepala SDN Bukit Rawi 1 yang turut mendampingi pelaksanaan penelitian. Para guru dan siswa pun menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti sesi wawancara dan diskusi bersama tim peneliti, menandakan adanya minat terhadap penguatan literasi lokal.
Di akhir kegiatan, tim peneliti menyerahkan cendera mata sebagai bentuk apresiasi kepada pihak sekolah. Mereka berharap hasil penelitian ini dapat menjadi pijakan awal untuk memperluas akses terhadap buku cerita rakyat Kalimantan Tengah di sekolah-sekolah dasar.
“Penelitian ini merupakan bagian dari hibah penelitian FKIP Universitas Palangka Raya. Tim berharap temuan kami dapat mendorong kebijakan pendidikan yang lebih berpihak pada pelestarian budaya lokal melalui literasi yang relevan dan kontekstual,“ tutur Syarah lagi. (TESTI PRISCILLA/H)









