PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.

Prakiraan cuaca menunjukkan kondisi umumnya berawan hingga hujan ringan, namun terdapat potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Suhu udara diperkirakan berkisar antara 22°C hingga 33°C, dengan kelembaban udara antara 65 persen hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari arah Timur Laut hingga Barat dengan kecepatan 5-15 kilometer per jam.

Sementara itu, tinggi gelombang di wilayah Perairan Selatan Kalimantan Tengah diperkirakan antara 0.5 hingga 2.0 meter, yang tergolong rendah hingga sedang.

Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.

"Selain itu, perlu diwaspadai potensi hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi dalam durasi singkat dan disertai petir, angin kencang, atau bahkan angin puting beliung," ungkap Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya Lian Andriani, Jumat, 12 September 2025.

Dampak dari cuaca ekstrem ini dapat menimbulkan berbagai bencana seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Masyarakat diminta untuk berhati-hati dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan.

Selain itu, Stasiun Meteorologi juga mengingatkan tentang potensi pertumbuhan awan konvektif (Cumulonimbus) yang dapat memicu hujan sedang hingga lebat, angin kencang, serta peningkatan tinggi gelombang di wilayah Pesisir dan Perairan Selatan Kalimantan Tengah.

Terakhir, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apapun, guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan" pungkasnya. (PATHUR/H)