BORNEONEWS, Pulang Pisau – Desa Purwodadi, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, mulai dari sektor kesehatan hingga pertanian.
Kepala Desa Purwodadi Lusiam Marhani menjelaskan, selain fokus pada ketahanan pangan, pihak desa juga menjalankan usaha penyewaan ekskavator. Hasil pendapatan dari unit ini, sepenuhnya dikembalikan untuk pelayanan masyarakat.
“Alhamdulillah, penyewaan ekskavator berjalan lancar. Saat ini banyak digunakan warga untuk menggarap perkebunan sawit mandiri. Tahun ini saja sudah menghasilkan sekitar Rp150 juta pendapatan bersih, dan ke depan diperkirakan terus bertambah,” kata Lusiam, Jumat, 12 September 2025.
Lusiam menuturkan, pendapatan asli desa (PADes) dari usaha ini akan dimanfaatkan untuk pengadaan ambulans desa. Dengan adanya kendaraan tersebut, pelayanan kesehatan masyarakat bisa lebih maksimal, sementara Dana Desa tahun 2026 bisa difokuskan pada program lain.
“Selama ini, kebanyakan desa mengandalkan Dana Desa untuk membeli ambulans. Kami menargetkan tahun depan bisa membelinya dari pendapatan desa melalui usaha ekskavator dan usaha lainnya. Harapannya, ambulans ini bisa dipakai gratis oleh warga yang membutuhkan,” jelasnya.
Menurut Lusiam, mayoritas masyarakat Purwodadi memiliki perkebunan sawit. Untuk mendukung produktivitas warga, tarif sewa ekskavator dibuat terjangkau.
“Kalau menggunakan subsidi, biaya sewa Rp200 ribu per jam. Sedangkan untuk sewa mandiri, tarifnya Rp300 ribu per jam, khusus bagi masyarakat yang sudah terjadwal,” ucap Lusiam.
Ia menambahkan, skema ini diharapkan mampu membantu petani sawit menekan biaya produksi sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat setempat. (RETHA/J)









