BORNEONEWS, Palangka Raya - Halaman SMAK Santo Aloysius Palangka Raya dipenuhi semangat kolaborasi dan kepedulian lingkungan pada Jumat, 12 September 2025. Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, Dharma Wanita Persatuan atau DWP Dinas Provinsi Kalimantan Tengah bersama para siswa SMAK menggelar kegiatan penanaman cabe di pekarangan sekolah.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan menanam yang bertujuan membangun kesadaran akan pentingnya bercocok tanam di lingkungan sendiri," kata Direktur SMAK Santo Aloysius, RD Romanus Romas.
Kegiatan yang berlangsung dengan antusias ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga sarana pemberdayaan siswa. Melalui praktik langsung menanam dan merawat tanaman cabe, para siswa diajak untuk memahami proses budidaya secara menyeluruh. Hasil panen nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur asrama, bahkan dijual jika produksinya melimpah, sehingga memberikan nilai ekonomi tambahan bagi sekolah.
Lebih dari sekadar menanam cabe, gerakan ini membuka peluang pengembangan kebun sekolah menjadi sumber sayuran mandiri. "Dengan menanam berbagai jenis sayur, SMAK Santo Aloysius berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap transportasi bermotor untuk pengadaan bahan pangan, sekaligus membantu menekan emisi karbon yang menjadi penyebab pemanasan global," tuturnya.
Inisiatif ini juga menjadi media pembelajaran kewirausahaan bagi para siswa. Melalui pengalaman langsung mengelola kebun, mereka dilatih untuk berpikir kreatif dan mandiri dalam menciptakan peluang usaha. Diharapkan, semangat ini akan tumbuh menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Kepala sekolah dan perwakilan DWP menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh pihak yang terlibat. Mereka menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal menanam, tetapi juga tentang menumbuhkan nilai-nilai kerja sama, tanggung jawab, dan cinta lingkungan. Sinergi antara DWP dan SMAK menjadi contoh nyata bagaimana gerakan kecil dapat berdampak besar bagi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan visi keberlanjutan, DWP dan SMAK Santo Aloysius Palangka Raya terus melangkah maju. Gerakan menanam cabe ini menjadi simbol harapan bahwa ketahanan pangan, pendidikan kewirausahaan, dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. (TESTI PRISCILLA/H)









