NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bencana banjir di Kabupaten Lamandau semakin meluas, tidak hanya merendam Kecamatan Batang Kawa dan Lamandau, tetapi juga meluas ke Kecamatan Belantikan Raya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau mengimbau masyarakat yang berada di wilayah hilir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir kiriman dari wilayah hulu.

Kepala Pelaksana BPBD Lamandau, Hendikel menyatakan bahwa timnya terus melakukan monitoring dan pendataan terhadap korban terdampak banjir, khususnya di Desa Nanga Belantikan.

"Kami mengimbau masyarakat di wilayah hilir untuk tetap waspada, terutama jika terjadi hujan deras di wilayah hulu. Saat ini, Kota Nanga Bulik juga mengalami hujan, namun kami lebih mengkhawatirkan kondisi di wilayah hulu," ujar Hendikel. Sabtu, 13 September 2025.

Berdasarkan data terbaru dari BPBD Lamandau, banjir di Desa Nanga Belantikan telah berdampak signifikan, meliputi 30 kepala keluarga (KK) atau 109 jiwa, serta merendam 2 ruas jalan desa, 1 unit TK, 1 unit PAUD, dan 1 masjid.

"Ketinggian air di dua titik jalan menuju Desa Nanga Belantikan mencapai 80-100 cm, sehingga tidak memungkinkan untuk dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat," jelasnya.

Hendikel menambahkan, panjang ruas jalan yang terendam masing-masing sekitar 300 meter dan 200 meter. Selain itu, 27 rumah warga di dalam desa juga terdampak dengan ketinggian air mencapai 30-40 cm. Fasilitas sosial seperti sekolah TK, PAUD, dan masjid juga terendam dengan ketinggian air yang sama.

Banjir ini disebabkan oleh meluapnya Sungai Belantikan akibat curah hujan yang tinggi pada malam 11 September 2025 hingga dini hari selama kurang lebih enam jam. Air mulai naik ke permukiman warga pada 12 September 2025.

BPBD Lamandau telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan monitoring dan pendataan korban terdampak. Kendala utama yang dihadapi adalah akses jalan menuju desa yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor. (NATALIA KRISTIN/R)