BORNEONEWS, Nanga Bulik – BPBD Lamandau melaporkan monitoring dan pendataan korban banjir di Kecamatan Lamandau, Jumat malam, 12 September 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Lamandau, Hendikel menyampaikan tim BPBD, Polsek Tapin Bini, dan Pemerintah Desa melakukan pendataan dan memberikan bantuan di Desa Sekoban, Tapin Bini, dan Penopa.
"Upaya kami adalah monitoring, pendataan, dan meminjamkan perahu fiber di Desa Sekoban," ujar Hendikel, Sabtu, 13 September 2025.
Dilaporkan, di Desa Tapin Bini, banjir berdampak pada 53 KK (161 jiwa) dan merendam fasilitas umum.
"Salah satu penyebab banjir adalah hujan deras sejak 10 hingga 11 September 2025, yang menyebabkan Sungai Lamandau meluap," jelasnya.
Kondisi di lapangan menunjukkan ketinggian air di jalan desa mencapai ±120cm, panjang jalan terendam ±100 m.
Ketinggian air di rumah warga bervariasi ±40cm hingga 90cm, dengan 53 rumah terendam dan 15 rumah terdampak. Pemantauan menunjukkan bahwa air berangsur-angsur surut pada pukul 15:30 WIB.
"Saat ini, air berangsur surut dan cuaca berawan," ucap Hendikel. BPBD menemukan titik banjir di jalan menuju Desa Sekoban dengan ketinggian ±220 cm dan panjang genangan 200 meter, menghambat akses kendaraan roda dua maupun roda empat. (R)









