BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 20 desa di 7 kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur benerapa hari terakhir.
Ketinggian muka air bervariasi antara 20 hingga 90 sentimeter, dengan ratusan rumah warga terdampak.
Kecamatan Cempaga Hulu:
Desa Sungai Ubar Mandiri, 8–9 September 2025, ketinggian air 30–50 cm, 14 rumah terdampak, kini surut.
Kecamatan Parenggean:
Desa Beringin Tunggal Jaya, 11 September 2025, ketinggian air 60–90 cm, 25 rumah terdampak.
Desa Bajarau, 11–13 September 2025, ketinggian air 20–40 cm, status banjir meningkat.
Desa Barunang Miri, 12 September 2025, ketinggian air 50–75 cm, 30 rumah terdampak, kini surut.
Kecamatan Antang Kalang:
Desa Sungai Hanya, 11–12 September 2025, ketinggian air 20–70 cm, 125 rumah terdampak, kini surut.
Kecamatan Telaga Antang:
Desa Tumbang Sangai, 12 September 2025, ketinggian air 20–30 cm, surut.
Desa Beringin Agung, 11 September 2025, ketinggian air 20–30 cm, surut.
Desa Agung Mulya, 11 September 2025, ketinggian air 20–30 cm, surut.
Desa Tanjung Harapan, 11 September 2025, ketinggian air 20–30 cm, surut.
Kecamatan Bukit Santuai:
Desa Lunuk Bagantung, 10–12 September 2025, ketinggian air 20–30 cm, Pustu terdampak, kini surut.
Desa Teweh Hara, 10–12 September 2025, ketinggian air 20–40 cm, surut.
Desa Tumbang Sapia, 10–12 September 2025, ketinggian air 25 cm, surut.
Desa Tumbang Penyahuan, 11–12 September 2025, ketinggian air 25 cm, surut.
Desa Tumbang Tilap, 12 September 2025, ketinggian air 20–30 cm, surut.
Desa Tumbang Kaminting, 12 September 2025, ketinggian air 30 cm, surut.
Kecamatan Tualan Hulu:
Desa Tumbang Mujam, 10–13 September 2025, ketinggian air 20–40 cm, surut.
Desa Merah, 10–12 September 2025, ketinggian air 50 cm, surut.
Kecamatan Mentaya Hulu:
Kelurahan Kuala Kuayan, 12–13 September 2025, ketinggian air 20–40 cm, masih banjir.
Desa Bawan, 12–13 September 2025, ketinggian air 20–40 cm, masih banjir.
Desa Tanjung Jariangau, 12–13 September 2025, ketinggian air 20–40 cm, masih banjir.
"Jumlah desa yang terdampak dari 7 kecamatan saat ini yang terlapor ada 20 desa. Itu yang terlapor, belum termasuk yang tidak terlapor. Yang tidak terlapor itu mungkin karena mereka menganggap banjir hanya lewat tetapi kita berharap tetap memberikan report melalui kecamatan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, Sabtu, 13 September 2025.
Pemkab Kotim telah menetapkan status siaga darurat banjir. Meski peralatan dalam kondisi layak, jumlah armada dan personel masih terbatas dibandingkan luas wilayah terdampak.
“BWS Kalimantan II memprediksi hingga akhir September masih ada potensi hujan ekstrem. Karena itu, kami mengimbau camat dan kepala desa di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mengamankan barang berharga dan dokumen penting, terutama mengantisipasi kenaikan air secara cepat pada malam hari. BPBD berharap banjir tidak berlangsung lama dan masyarakat tetap waspada agar tidak terjadi korban jiwa. (DEWI PATMALASARI/R)









