BORNEONEWS, Sampit - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kalimantan Tengah pada periode 13–15 September 2025.
Sejumlah daerah diperkirakan akan diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat, berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Forecaster on Duty BMKG menjelaskan, kondisi ini dipicu adanya daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di wilayah Kalteng. Ditambah kelembaban udara yang tinggi serta labilitas atmosfer lokal yang kuat, potensi pembentukan awan hujan meningkat signifikan.
Fenomena ini dapat memicu hujan lebat yang berdampak pada bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga angin puting beliung.
Daerah yang Berpotensi Terdampak
13 September 2025: Lamandau, Katingan bagian utara, Gunung Mas bagian utara, Murung Raya.
14 September 2025: Katingan bagian utara, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas bagian utara, Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau.
15 September 2025: Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Palangka Raya.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lokal berdurasi singkat dengan intensitas tinggi. Risiko banjir, genangan air, tanah longsor, serta angin kencang perlu diantisipasi, terutama di wilayah rawan bencana.
“Warga diminta berhati-hati, terutama yang tinggal di bantaran sungai, daerah rawan longsor, maupun yang beraktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai petir,” demikian keterangan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya, Sabtu, 13 September 2025. (DEWI PATMALASARI/R)









