BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Serangkaian kasus pencurian meteran PDAM telah menimbulkan keresahan di kalangan warga di kawasan Anjir, Kalua Timur.
Laporann yang beredar di grup relawan menunjukkan bahwa tak sedikit meteran air hilang dicuri dalam waktu singkat, membuat warga khawatir akan keamanan aset mereka.
"Pelaku kebanyakan beraksi di malam hari membuat warga kaget saat mengetahui meteran air mereka telah raib di pagi hari," ungkap Haerul, warga Kapuas Timur, Sabtu, 13 September 2025.
Salah satu insiden yang berhasil terekam kamera pengawas (CCTV) terjadi pada Jumat, 12 September 2025 dini hari, sekitar pukul 03.59 WIB, di Jalan Trans Kalimantan, KM 10, Kapuas Timur.
Dalam rekaman tersebut menunjukkan dua orang pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor. Mereka beraksi dengan cepat di saat lingkungan masih sepi dan warga tertidur lelap.
"Sayangnya, rekaman CCTV tidak menangkap jenis dan nomor plat motor pelaku dengan jelas," tambah Haerul.
Setelah peristiwa itu diinformasikan, terungkap bahwa pencurian serupa juga terjadi di banyak lokasi lain. Warga di Jalan Trans Kalimantan, Km. 11, 12, dan Km. 16 melaporkan kehilangan satu hingga dua meteran air dari rumah mereka.
Bahkan di Jalan Trans Kalimantan Km. 25, dilaporkan ada tiga rumah yang menjadi korban pencurian dalam satu malam. Beberapa warga di kawasan Anjir, mulai dari Km. 20 hingga Km. 22, juga mengaku kehilangan meteran PDAM.
Para korban menceritakan bahwa pelaku tampaknya menargetkan meteran air yang terpasang di sisi jalan, yang mudah dijangkau dan dipotong. Salah satu pesan dari warga mencatat bahwa sudah ada lima meteran yang dipotong.
"Hati-hati saja yang punya ledeng di pinggir jalan, semoga pihak berwajib bisa menindaklanjuti," tukas Haerul,". (SABRIANOOR/R)









