PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) secara resmi meluncurkan Kelas Digital Huma Betang, sebuah inovasi pendidikan berbasis teknologi yang diharapkan menjadi tonggak transformasi pembelajaran di Bumi Tambun Bungai.

Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kalteng, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital.

Kelas Digital Huma Betang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan siswa.

Program ini mencakup penyediaan perangkat keras dan lunak, pelatihan guru, serta pengembangan konten pembelajaran digital yang disesuaikan dengan kurikulum lokal.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Nyelong Inga Simon, menyambut baik peluncuran Kelas Digital Huma Betang. Ia menilai bahwa inovasi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalteng.

"Kami dari DPRD Kalteng sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi dalam menghadirkan Kelas Digital Huma Betang. Ini adalah investasi yang sangat baik untuk masa depan generasi muda Kalteng," ujarnya, Minggu, 14 September 2025.

Nyelong menambahkan, dengan adanya Kelas Digital Huma Betang, diharapkan siswa di Kalteng memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber-sumber belajar berkualitas. Selain itu, program ini juga dapat membantu meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran.

Pemerintah Provinsi Kalteng menargetkan, Kelas Digital Huma Betang dapat diimplementasikan secara bertahap di seluruh sekolah di Kalteng. Untuk tahap awal, program ini akan difokuskan pada sekolah-sekolah yang memiliki infrastruktur yang memadai dan tenaga pengajar yang siap.

Dengan peluncuran Kelas Digital Huma Betang, diharapkan Kalteng dapat mencetak generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing tinggi di era digital.

"Inovasi ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi," pungkasnya. (PATHUR/j)