PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah (Kalteng), tercatat adanya 1.793 titik panas (hot spot) dan 485 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalteng.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong mengimbau seluruh masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan karhutla.

Arton menyampaikan keprihatinannya atas tingginya angka hot spot dan kejadian karhutla di Kalteng. Ia menekankan bahwa karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat dan perekonomian daerah.

"Kami meminta kepada seluruh masyarakat Kalteng untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Dampak karhutla sangat besar, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, hingga kerugian ekonomi," ujarnya, Minggu, 14 September 2025.

Selain itu, Arton juga meminta kepada pemerintah daerah untuk lebih aktif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya karhutla dan cara-cara pencegahannya.

Pemerintah daerah juga diharapkan dapat meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah-wilayah yang rawan karhutla.

"Kami juga meminta kepada pemerintah daerah untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk penanggulangan karhutla. Koordinasi antar instansi terkait juga harus ditingkatkan agar penanggulangan karhutla dapat dilakukan secara efektif," tambahnya.

Legislator asal PDIP ini berharap, dengan adanya peningkatan kewaspadaan dan upaya pencegahan dari seluruh pihak, kejadian karhutla di Kalteng dapat diminimalisir.

"Saya juga mengajak seluruh masyarakat Kalteng untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla," pungkasnya. (PATHUR/j)