BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama Juli 2025, aktivitas pelabuhan di Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif dalam sektor angkutan laut. Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat peningkatan frekuensi kunjungan kapal sebesar 15,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah kunjungan kapal naik dari 827 kunjungan pada Juni menjadi 957 kunjungan di Juli. Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menyebutkan bahwa lonjakan ini mencerminkan dinamika logistik dan distribusi yang semakin aktif di wilayah pesisir provinsi.
Jika dirinci berdasarkan pelabuhan, peningkatan paling signifikan terjadi di Pelabuhan Sampit dengan tambahan 81 kunjungan kapal. Pelabuhan Pulang Pisau menyusul dengan 26 kunjungan tambahan, sementara Pelabuhan Kumai mencatat kenaikan sebanyak 20 kunjungan.
“Ketiga pelabuhan ini menjadi titik sentral pergerakan kapal laut di Kalimantan Tengah, baik untuk distribusi barang maupun mobilitas masyarakat,” ujar Agnes pada Minggu, 14 September 2025.
Namun, di tengah peningkatan frekuensi kapal, jumlah penumpang kapal laut justru mengalami penurunan. BPS mencatat penurunan sebesar 4,45 persen, dari 47.287 orang pada Juni menjadi 45.181 orang di bulan Juli. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya jumlah penumpang berangkat yang turun drastis sebesar 23,65 persen.
“Penurunan penumpang berangkat bisa dipengaruhi oleh faktor musiman, cuaca, atau perubahan preferensi moda transportasi,” jelas Agnes.
Sementara itu, volume arus barang melalui pelabuhan laut justru mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tercatat kenaikan sebesar 12,47 persen, dari 2,19 juta ton pada Juni menjadi 2,46 juta ton di bulan Juli. Menurut Agnes, peningkatan ini menunjukkan adanya intensifikasi aktivitas bongkar muat barang yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Secara rinci, volume bongkar barang naik sebesar 21,88 persen, sementara volume muat barang meningkat 10,19 persen. Lonjakan ini menunjukkan bahwa pelabuhan di Kalimantan Tengah tidak hanya menjadi titik transit, tetapi juga pusat distribusi yang aktif dalam mendukung rantai pasok regional.
“Kinerja pelabuhan dalam hal arus barang menjadi indikator penting bagi stabilitas logistik dan perdagangan,” tambah Agnes.
Agnes menekankan bahwa data ini menjadi cerminan penting bagi pemangku kebijakan untuk terus memperkuat infrastruktur pelabuhan dan layanan transportasi laut.
“Kami berharap tren positif ini dapat terus berlanjut, dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan penumpang serta efisiensi distribusi barang,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/J)









