PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Palangka Raya terus memperkuat konsep green tourism atau pariwisata hijau sebagai strategi pengembangan destinasi wisata berkelanjutan.

Program ini menekankan keterlibatan masyarakat lokal sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya daerah.

Konsep green tourism tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam konservasi lingkungan, seperti menjaga ekosistem hutan, sungai, hingga habitat satwa.

Selain itu, pemberdayaan komunitas lokal dilakukan melalui pengelolaan bersama serta sosialisasi yang menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga keberlanjutan pariwisata.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Kota Palangka Raya, Murni Pelita, menjelaskan bahwa program ini diharapkan membawa dampak positif berlapis.

"Dengan green tourism, kita tidak hanya melestarikan lingkungan, tetapi juga meningkatkan citra Palangka Raya sebagai destinasi wisata hijau yang memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," ujarnya, Minggu, 14 September 2025.

Implementasi green tourism diyakini mampu menciptakan daya tarik baru bagi wisatawan, terutama mereka yang peduli terhadap isu lingkungan. Wisata ramah lingkungan di Palangka Raya diproyeksikan menjadi salah satu keunggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Selain fokus pada kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Disparbudpora Kota Palangka Raya juga terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur pendukung pariwisata. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Palangka Raya.

"Dengan langkah ini Palangka Raya semakin menegaskan posisinya sebagai Green Heart of Borneo, destinasi yang tidak hanya indah secara alamiah tetapi juga berkomitmen terhadap keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal," pungkasnya. (PATHUR/J)