PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sosok perempuan tangguh dan berdedikasi dalam dunia pemerintahan ini bernama Yunita Martina. Ia lahir di Desa Pangkut, Pangkalan Bun 16 April 1984. Saat ini Yunita menjabat sebagai Lurah Kalampangan.

Perjalanan pendidikan Yunita dimulai dari SDN 7 Raja Pangkalan Bun, lalu melanjutkan ke SMP Kiayi Gede Pangkalan Bun dan SMAN 3 Pangkalan Bun.

Ketertarikannya pada dunia hukum dan tata pemerintahan membawanya menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Pangkalan Bun untuk gelar sarjana (S1). 

Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi ke jenjang magister di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya dengan konsentrasi pada Administrasi Publik.

Dengan latar belakang pendidikan yang kuat, Yunita dikenal sebagai sosok pemimpin yang memiliki pemahaman hukum yang baik serta kepedulian tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan.

Selain aktif sebagai pejabat pemerintah, Yunita yang merupakan alumi PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) ini juga aktif dalam berbagai organisasi. Ia dipercaya menjabat dibeberapa posisi strategis, antara lain:

1. Bidang Hukum Fatayat NU Kalimantan Tengah
2. Sekretaris DPW PPLIPI (Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia) Kalimantan Tengah
3. Bidang Pariwisata KNPI Kalimantan Tengah
4. Ketua IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia) Kecamatan Sabangau

Keterlibatannya dalam organisasi mencerminkan komitmennya dalam membangun sinergi antara pemerintahan dan masyarakat sipil, khususnya dalam pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, letarasi yang juga sebagai Bunda dan peduli lingkungan.

Yunita adalah putri dari Musyar. Ayahnya merupakan ASN dan pernah menjabat sebagai lurah. Sosok sang ayah menjadi inspirasi dan teladan dalam hidupnya.

Nilai-nilai kerja keras, integritas, dan kejujuran yang ditanamkan sejak kecil menjadi bekal dalam setiap langkah pengabdiannya sebagai pelayan masyarakat.

Di tengah dinamika tugas sebagai lurah, Yunita tetap rendah hati dan terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Ia percaya bahwa kepemimpinan bukan hanya soal posisi, melainkan soal pelayanan,kompetensi dan tanggung jawab, keberanian dan kepedulian untuk mengajak, membawa membangun lingkungan yang lebih baik.

Lurah berdarah Dayak nan cantik ini juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia sering turun untuk menyerap aspirasi masyarakat, termasuk menyantuni warga kurang mampu.

Sementara itu dibidang UMKM, Yunita juga aktif memfasilitasi pelaku usaha mikro untuk berkembang dan naik kelas. Pihaknya telah banyak memfasilitasi pelaku usaha dalam mendapatkan izin usaha seperti NIB dan sertifikat halal. Semuanya difasilitasi gratis.

Nur Suraini adalah salah satu pelaku UMKM yang mendapat fasilitasi dari pihak kelurahan. Saat ini Bu Nur memiliki beraneka ragam produk makanan olahan dan sebagian produknya telah dijual dibeberapa gerai di Kota Cantik. (*)