PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ikatan Pencak Silat Indonesia atau IPSI Kabupaten Kapuas resmi memiliki kepengurusan baru untuk periode 2025–2029. Pelantikan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kuala Kapuas pada Sabtu, 13 September 2025 menjadi momentum penting dalam perjalanan pencak silat daerah, sekaligus menandai komitmen baru dalam pembinaan atlet dan pelestarian budaya.

Acara pelantikan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I Sangkai, serta Ketua IPSI Provinsi Kalimantan Tengah, Guntur Talajan. Dalam sambutannya, Sekda Usis menekankan peran strategis IPSI sebagai wadah pembinaan generasi muda. Ia berharap IPSI Kapuas mampu mencetak atlet yang berkarakter kuat, disiplin, dan berprestasi, sekaligus menjaga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

Kepengurusan kali ini dinilai sangat istimewa karena melibatkan 14 perguruan silat aktif di Kapuas, serta mendapat dukungan dari unsur militer Kodim 1011/KLK.

“Ini adalah kekuatan besar untuk memperkuat eksistensi IPSI,” ujar Usis.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat struktur organisasi dan memperluas jangkauan pembinaan atlet di berbagai lapisan masyarakat.

Ketua IPSI Kapuas terpilih, H Abdullah, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia berkomitmen untuk membangun IPSI sebagai organisasi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada prestasi.

“Target utama kami adalah meraih medali emas di berbagai tingkat kejuaraan, baik provinsi, nasional, maupun internasional,” tegasnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, H Abdullah mengajak seluruh pihak—pemerintah daerah, masyarakat, dan insan olahraga—untuk bersinergi. Menurutnya, pencak silat bukan hanya soal teknik bela diri, tetapi juga tentang membangun karakter dan kebanggaan daerah.

“Dengan kebersamaan, saya yakin pencak silat Kapuas bisa mengharumkan nama daerah di kancah nasional dan internasional,” ujarnya.

Dengan kepemimpinan baru dan dukungan yang solid, IPSI Kapuas kini bersiap menapaki babak baru yang lebih kompetitif dan berdaya saing. Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal dari gerakan kolektif untuk menjadikan pencak silat sebagai simbol prestasi, budaya, dan kebanggaan masyarakat Kapuas. (TESTI PRISCILLA/y)