BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk terus melestarikan adat dan budaya daerah serta dapat terjaga dan dikembangkan sebagai asset pariwisata.
“Pemda sangat mendukung berbagai upaya semua pihak untuk melestarikan adat dan budaya yang didalamnya juga mencakup kesenian daerah,” kata Wakil Bupati Kotawaringin Timur M Taufiq Mukri, Selasa (8/11/2016).
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi produktif serta industri kreatif di Kotim dengan membangun fasilitas publik yang bernuansa daerah dan sarana kepariwisataan lainnya.
Taufiq mengaku, keseriusan pemda dalam memperhatikan keberadaan seni dan budaya yang tumbuh dan berkembang di Kotim ditunjukan dengan diberinya ruang dan anggaran melalui SKPD terkait. Baik seni dan budaya yang bernuansa religi maupun yang bersifat kreasi, modern, dan budaya daerah kontemporer.
“Dengan diberinya ruang yang luas diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan untuk lebih mengembangkan seni dan budaya daerah dengan harapan dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan kepariwisataan di daerah ini,” harapnya.
Berbagai agenda wisata yang digelar masyarakat dan pemerintah daerah. Agenda-agenda tersebut sudah menjadi even tahunan yang dapat menunjang terwujudnya Sampit sebagai Kota tujuan wisata.
Seperti pada 27 Nopember 2016, pemerintah Kotim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan menggelar tradisi simah laut dan mandi Safar yang digelar di dua tempat berbeda.
Melalui dinas itu, pemerintah terus melakukan berbagai cara mempromosikan pariwisata daerah. Langkah ini untuk mendukung tekad menjadikan Sampit sebagai kota tujuan wisata di Kalimantan Tengah. (RAFIUDIN/m)








