BORNEONEWS, Sampit – Seekor bayi orangutan yang sebelumnya ditemukan warga Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Minggu, 14 September 2025.
Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan proses serah terima berlangsung sejak pukul 13.43 hingga 17.00 WIB. Bayi orangutan tersebut berjenis kelamin jantan, berusia sekitar 4 bulan, dan kondisinya tampak kurus.
“Serah terima ini tindak lanjut dari laporan warga, Hadrianur, melalui telepon,” kata Muriansyah.
Sebelumnya pada Kamis, 11 September 2025, warga bernama Muhamad Hadrianur dan Mulyadi menemukan bayi orangutan tersebut saat membuat pondok di kebun sekitar hutan belakang desa. Mereka mendengar suara tangisan dan menemukan bayi orangutan di tepian air tabukan atau galian Rancang.
Karena merasa kasihan, Hadrianur membawa pulang primata dilindungi itu ke desa dan merawatnya. Karena ketidaktahuan warga, bayi orangutan yang diberi nama Roni sempat diberi susu kaleng. Hal itu membuatnya mengalami mencret.
Muriansyah menegaskan peristiwa ini tergolong langka karena induk orangutan pada umumnya tidak akan meninggalkan anaknya.
“Biasanya saat rescue, meskipun induknya ditembak bius, ia tetap melindungi anaknya dengan mengarahkan punggungnya ke penembak sementara anaknya disembunyikan di dada. Jadi kalau anaknya ditinggalkan atau dibuang, itu hampir tidak mungkin,” imbuhnya.
Ia menduga induk bayi orangutan tersebut kemungkinan mati karena sakit, terbunuh, atau sebab lainnya.
"Saat penyerahan, kami juga memberikan pengarahan kepada warga terkait perilaku orangutan serta aturan Undang-Undang. Orangutan bisa menularkan sekaligus ditulari penyakit, sehingga kami mengimbau warga agar segera melapor jika menemukan orangutan," ujarnya.
Bayi orangutan itu kini berada di bawah pengawasan BKSDA Resort Sampit. Rencananya, pada Senin, 15 September 2025, satwa tersebut akan dijemput oleh tim dari Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun bersama OF-UK. (DEWI PATMALASARI/y)









