PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebuah video testimoni dari salah satu lulusan TNI gelombang pertama tahun 2025 menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan dan pendampingan masuk Polri/TNI yang digagas melalui kerja sama antara TNI dan Perusahaan Besar Swasta (PBS) PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA), anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Cabang Kalimantan Tengah.

Program ini menyasar pemuda-pemudi yang tinggal di sekitar kebun, dengan tujuan membuka akses karir di institusi negara melalui jalur militer dan kepolisian.

Program pendampingan yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan ini dirancang secara intensif, mencakup pelatihan fisik, mental, serta pembinaan karakter. Para peserta yang berasal dari desa-desa sekitar kebun dibimbing langsung oleh instruktur berpengalaman dari TNI, dengan dukungan penuh dari manajemen perusahaan dan GAPKI Cabang Kalimantan Tengah.

Pendekatan ini tidak hanya membekali peserta dengan kesiapan menghadapi seleksi TNI/Polri, tetapi juga menanamkan semangat nasionalisme dan disiplin tinggi.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen industri kelapa sawit untuk berkontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia di daerah.

“Kami percaya bahwa perusahaan tidak hanya berperan dalam ekonomi, tetapi juga dalam membentuk masa depan generasi muda. Melalui kerja sama ini, kami ingin membuka jalan bagi anak-anak desa untuk mengabdi kepada negara,” kata Rawing kepada Borneonews pada Minggu, 14 September 2025.

Hasil dari Batch 1 pendampingan ini sangat menggembirakan. Sejumlah peserta telah dinyatakan lolos seleksi dan resmi diterima sebagai anggota TNI, termasuk Gorbin Erikson, salah satu yang tampil dalam video testimoni yang dikirimkan kepada pihak penyelenggara.

”Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi gelombang berikutnya, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program pembinaan yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Rawing lagi.

Selain memberikan peluang karir, lanjut Dosen Universitas Kristen Palangka Raya ini, program tersebut juga mempererat hubungan antara perusahaan, masyarakat, dan institusi negara. Para peserta yang berhasil lolos menjadi simbol keberhasilan sinergi antara sektor swasta dan militer dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi pemuda daerah. Tidak sedikit orang tua dan tokoh masyarakat yang menyampaikan apresiasi atas dampak positif yang dirasakan langsung oleh komunitas sekitar.

Dengan keberhasilan gelombang pertama ini, GAPKI Cabang Kalteng bersama TNI dan PT BGA berencana melanjutkan program pendampingan untuk gelombang berikutnya.

”Harapannya, semakin banyak pemuda dari daerah terpencil yang dapat mengakses peluang serupa, membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, mimpi untuk menjadi bagian dari TNI atau Polri bukanlah hal yang mustahil,” tutup Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah ini. (TESTI PRISCILLA/y)