KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Polres Kapuas menanggapi maraknya kasus pencurian meteran PDAM di wilayah Kecamatan Kapuas Timur dan sekitarnya.

Pihak SatreskrimPolres Kapuas mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menjadi korban atau memiliki informasi terkait kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Kapuas, AKP Rizky Atmaka Rahadi kepada Borneonews pada Senin, 15 September 2025 menegaskan bahwa pihaknya akan mendalami informasi dan meminta warga yang kehilangan untuk tidak segan-segan melapor. menerima informasi terkait keresahan warga. 

"Kami dalami dulu infonya. Dihimbau untuk masyarakat jika memiliki info atau ingin melaporkan kejadian tersebut, silakan bisa ke polres atau polsek terdekat," ungkapnya.

Ia menambahkan, laporan dari masyarakat sangat penting untuk membantu proses penyelidikan. Pihak kepolisian akan mengumpulkan informasi dan bukti yang ada, termasuk rekaman CCTV yang beredar.

AKP Rizky juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari, dan tidak segan untuk melaporkan setiap gerak-gerik mencurigakan di lingkungan mereka.

Diketahui serangkaian kasus pencurian meteran PDAM telah menimbulkan keresahan di kalangan warga di kawasan Anjir, Kalua Timur.

Laporan-laporan yang beredar di grup relawan menunjukkan bahwa tak sedikit meteran air hilang dicuri dalam waktu singkat, membuat warga khawatir akan keamanan aset mereka. 

Salah satu aksi yang berhasil terekam kamera pengawas (CCTV) terjadi pada Jumat, 12 September 2025 dini hari, sekitar pukul 03.59 WIB, di Jalan Trans Kalimantan, KM 10, Kapuas Timur. 

Dalam rekaman tersebut menunjukkan dua orang pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor. Mereka beraksi dengan cepat di saat lingkungan masih sepi dan warga tertidur lelap. (SABRIANOOR/R)