PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Nurita Fitriyastuti berhasil meraih penghargaan Juara Favorit dalam ajang lomba video literasi yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Secara Simbolis, hadiah diberikan oleh Bupati Kobar Nurhidayah, saat membuka acara Festival Literasi 2025, di halaman Kantor Dispursip Kobar, Senin, 15 September 2025.

Ia mengusung karya berjudul “Perkembangan Perpustakaan, Minat Baca dan Literasi di Indonesia” dengan durasi 5 menit 02 detik.

Nurita yang juga keluarga besar Jurnalis Borneonews.co.id menuturkan keikutsertaannya dalam lomba ini bukan semata untuk mengejar kemenangan, melainkan juga sebagai upaya menambah pengalaman dan keterampilan dalam membuat konten video.

“Sebenarnya tujuan saya ikut perlombaan ini untuk belajar dan memperbanyak pengalaman bagaimana membuat video konten. Tidak hanya sekadar pengambilan video saja, melainkan banyak hal yang harus diperhatikan,” ungkapnya.

Melalui karyanya, Nurita ingin menyampaikan pesan bahwa membaca tidak lagi menjadi hal yang membosankan di era digital saat ini. Bahkan, fasilitas pojok baca kini sudah bisa ditemui di berbagai tempat, termasuk di kafe.

“Dari konten saya, ingin memberikan tahu dan ajakan bahwa meningkatkan literasi dengan salah satunya membaca itu tidak membosankan lagi. Di zaman sekarang kita bisa membaca everyday and everywhere,” ujarnya.

Menurutnya literasi memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, karena bukan hanya soal kata-kata di atas kertas, melainkan juga jendela untuk membuka peluang baru.

“Literasi itu not just words on a page, it’s the key to glow up your mind. Jadi literasi seperti it’s your ticket to ideas, and new doors opening peluang untuk berkembang,” jelasnya.

Proses pembuatan konten literasi ini pun penuh tantangan. Nurita mengaku terkendala waktu karena harus membagi aktivitas kerja dengan proses editing. Selain itu, keterbatasan peralatan juga menjadi hambatan tersendiri.

“Tantangan paling sulit adalah waktu dan alat penunjangnya. Karena saya juga bekerja jadi agak kesulitan manajemen waktu buat mengedit. Selain itu, saya tidak memiliki kamera HP yang jernih sehingga kesulitan saat pengambilan video,” bebernya.

Meski demikian, Nurita berkomitmen untuk tetap konsisten membuat konten literasi ke depannya, terutama dengan isu-isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda atau Gen Z. Ia berharap, karyanya dapat menjadi inspirasi agar anak muda tidak malas membaca maupun menulis.

“Harapannya agar generasi muda seperti saya, sebagai Gen Z, untuk tidak malas membaca maupun nulis. Kalau nggak suka baca buku ya nggak apa-apa, bisa lewat online. Yang penting gunakan informasi dengan bijak,” tuturnya.

Selain Nurita, sejumlah peserta lain juga meraih penghargaan. Juara 1 diraih oleh Maulana Ishak dengan judul “Cahaya Literasi di Rumah Ibadah: Menginspirasi Generasi Muda”.

Disusul Hikmatun Hayu Pusparini sebagai juara 2, serta Citra Dewi yang meraih juara 3. Sementara beberapa peserta lainnya seperti Mahadewi Syafiqoh Ratu Permatasari, Ella Setyaningtyas, Khoiruli Ummah, Susiana Nurhayati, Dessy Aly Yanti, dan Monica Sulviana Putri juga mendapat penghargaan sebagai juara favorit. (DANANG/R)