BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Warga Kuala Pembuang resah akibat traffic light di pusat Kota Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan tidak berfungsi selama lebih dari satu minggu terakhir.
Kondisi ini membuat arus lalu lintas di sejumlah titik persimpangan menjadi semrawut dan rawan kecelakaan.
Harun, seorang warga Kuala Pembuang, mengaku sering merasa khawatir ketika melintas di persimpangan tanpa lampu lalu lintas.
“Kalau lampu merah mati begini, sering terjadi saling serobot antar pengendara. Kami jadi was-was, apalagi saat jam sibuk pagi dan sore,” ujarnya, Senin, 15 September 2025
Hal serupa juga disampaikan Haris, warga lainnya. Menurutnya, lampu merah sangat penting untuk mengatur kendaraan, khususnya di persimpangan yang ramai.
“Kami berharap perbaikannya jangan terlalu lama, soalnya ini menyangkut keselamatan banyak orang,” katanya.
Menanggapi keresahan masyarakat, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Seruyan, Idham BW Kusumah, memastikan pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk memperbaiki lampu merah tersebut.
“Diusahakan secepatnya, saat ini sudah masuk dalam proses perbaikan,” tegasnya.
Idham menambahkan bahwa Dishub terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak teknis agar perbaikan segera rampung.
“Kami mohon masyarakat bersabar dan tetap berhati-hati saat melintas di persimpangan,” pungkasnya. (FAHRUL/j)









