SAMPIT –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PLN memastikan pembangunan Extension Gardu Induk (Ext. GI) 150 kV Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV arah Pangkalan Bun – PT KLM sesuai Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH).

Manager Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat (UPP KLB) 3 Muhamad Indra Firdaus dihubungi dari Palangka Raya, Senin, 15 September 2025mengatakan, pihaknya telah melaksanakan inspeksi (K3LH) ke dua lokasi tersebut.

"Inspeksi difokuskan pada kesiapan dan kedisiplinan tenaga kerja di lapangan, termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pemasangan rambu-rambu K3, serta kelengkapan dokumen manajemen risiko," terangnya.

PLN melalui inspeksi yang rutin dilakukan dalam waktu tertentu ingin memastikan pelaksanaan pekerjaan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

Selain itu, kata dia, pengelolaan limbah pembangunan dan tata kelola housekeeping juga mendapat perhatian khusus. Penerapan pemilahan limbah, kerapian area kerja, hingga upaya mencegah pencemaran lingkungan dipastikan berjalan sesuai prosedur demi menciptakan area kerja yang aman, tertib, dan ramah lingkungan.

“Sebagai ujung tombak pelaksanaan pembangunan, kami di UPP KLB 3 harus memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai standar K3LH," ujarnya.

Tidak hanya aman bagi pekerja, dia memaparkan hal ini dilakukan agar juga memberi jaminan pembangunan ini dilaksanakan dengan memperhatikan aspek lingkungan, termasuk pengelolaan limbah dan kebersihan area kerja.

General Manager UIP Kalbagbar Susilo juga menegaskan pentingnya sinergi antara pengawasan dan pelaksanaan di lapangan.

“Pembangunan strategis seperti GI dan SUTT 150 kV ini harus menjadi contoh penerapan K3LH yang konsisten. Dengan keterlibatan langsung manajemen UPP dan dukungan mitra kerja, kita bisa mencapai target pembangunan dengan tetap menjaga keselamatan serta reputasi PLN,” ungkap Susilo.