TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) resmi membentuk tim efektif Jejaring Digital Komunitas Informasi Masyarakat (JEDI-KIM).

Program ini digagas untuk memperkuat literasi digital sekaligus menjadi benteng melawan maraknya hoaks dan disinformasi di tengah masyarakat.

Langkah awal ditandai dengan penyerahan surat dukungan oleh Kepala Diskominfosantik Barito Timur, Dwi Aryanto, kepada Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP), Wayan Cakre, yang dipercaya sebagai penanggung jawab program tersebut, Senin, 15 September 2025.

Dwi Aryanto menegaskan, pembentukan JEDI-KIM bukan hanya program seremonial, melainkan strategi konkret dalam menghadirkan layanan informasi publik yang lebih cepat dan terpercaya.

“Kami sangat mengapresiasi upaya ini. Inovasi JEDI-KIM diharapkan dapat menjadi sarana efektif untuk melawan disinformasi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam penyebaran informasi publik,” ujarnya.

Setelah menerima mandat tersebut, Wayan Cakre segera menggelar rapat bersama jajaran Bidang PIKP untuk merumuskan tahapan pembentukan tim. Menurutnya, JEDI-KIM akan bergerak tidak hanya di lingkup kabupaten, tetapi juga menyentuh tingkat kecamatan melalui sosialisasi serta pelatihan bagi anggota Komunitas Informasi Masyarakat (KIM).

“JEDI-KIM diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyajikan informasi yang akurat dan kredibel. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis program ini bisa meningkatkan literasi digital sekaligus meminimalkan hoaks di Barito Timur,” jelas Wayan.

Seluruh staf Bidang PIKP menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan program. Dukungan penuh tersebut menjadi modal penting agar JEDI-KIM dapat berjalan optimal, baik dalam memberikan edukasi literasi digital maupun membangun jejaring informasi yang solid.

Kehadiran tim efektif JEDI-KIM dipandang sebagai langkah strategis Pemkab Barito Timur dalam memperkuat peran KIM. Melalui inovasi ini, diharapkan akses informasi publik semakin merata, transparan, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di era digital yang rawan dengan arus informasi palsu. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)