SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kebakaran lahan terjadi di Jalan Bumi Asri, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin, 15 September 2025 sekitar pukul 10.30 WIB. Api yang awalnya kecil dengan cepat merembet akibat tiupan angin hingga meluas sekitar 200 meter.

“Awalnya kecil saja apinya, tapi karena ada angin, api merembet hingga 200 meter, di sekitarnya banyak rumah warga. Kami takut kalau sampai menjalar ke permukiman,” kata salah satu warga Sugianto.

Wilayah tersebut memang langganan terjadi kebakaran lahan setiap musim kemarau. Warga khawatir, api merembet ke permukiman jika tidak ada yang menyadari kejadian tersebut.

"Kalau penyebabnya apa saya tidak tahu," tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim, Agus Mulyadi, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah mendapat laporan warga mengenai kebakaran lahan tersebut. 

“Tim kami turun dengan dua armada dan lima personel. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan. Gambut tidak terlalu dalam sehingga lebih mudah ditangani,” ujarnya.

Agus menegaskan saat ini Kotim masih dalam status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 29 Oktober 2025. Selain itu, mulai 12 September hingga 29 Oktober 2025, juga ditetapkan siaga darurat banjir, mengingat ada 20 desa di tujuh kecamatan wilayah utara yang terdampak banjir.

BPBD Kotim mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.

“Cuaca panas meskipun kadang diselingi hujan tetap bisa memicu kebakaran. Kami minta warga tidak membakar lahan sembarangan agar tidak menimbulkan kebakaran baru,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)