BORNEONEWS, Tamiang Layang – Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Barito Timur yang terdiri dari Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Barito Timur menyiapkan rekayasa lalu lintas serta pembatasan operasional kendaraan besar saat perayaan Maulid Agung Nabi Muhammad SAW ke-4 di Majelis Ta’alim Nurunnubuwwah, Kelua, Kabupaten Tabalong, Rabu malam, 17 September 2025.
Kepala Dinas Perhubungan Bartim, Bertulumeus, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan, Davit Anggen, mengatakan pengaturan lalu lintas berlangsung mulai pukul 06.30 hingga 12.30 WIB. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dari dan menuju Kalimantan Selatan melalui jalur nasional Jalan A Yani.
“Pembatasan operasi dan pengaturan ini diberlakukan agar perjalanan tetap aman, lancar, dan tidak menimbulkan kemacetan panjang,” ujar Davit Anggen dalam siaran pers, Senin, 15 September 2025.
Jenis kendaraan yang dilarang melintas selama acara yakni truk roda enam atau lebih, kendaraan barang dengan kereta tempelan atau gandengan, serta angkutan material galian seperti tanah, pasir dan batu.
Kendaraan kecil seperti MPV, SUV, dan pick up masih diperbolehkan melewati jalur alternatif menuju Kalimantan Selatan sesuai peta pengalihan atau mengikuti arahan petugas di lapangan.
Untuk kendaraan besar yang berasal dari Barito Timur menuju Kalsel, disediakan dua titik parkir dan area istirahat, yaitu di Terminal Pasar Panas serta Bundaran Gunung Perak. Tujuannya agar kendaraan tidak mendekati lokasi acara dan tidak mengganggu arus lokal.
Perayaan Maulid Agung ke-4 ini diperkirakan dihadiri sekitar 150 ribu jamaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan sekitarnya. Panitia telah menyiapkan sarana pendukung mulai dari panggung, sound system, hingga pengaturan keamanan dan kesehatan.
Bertulumeus menegaskan pengalihan arus lalu lintas ini dilakukan bukan hanya untuk pembatasan, melainkan demi keselamatan dan kenyamanan semua pihak.
“Kami berharap masyarakat pengendara dan perusahaan angkutan barang memahami situasi ini, ikut mendukung, dan menggunakan alternatif yang sudah disediakan,” ujarnya.
Dengan rekayasa lalu lintas ini, pemerintah daerah berharap perayaan keagamaan dapat berjalan khidmat sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









