BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sejumlah relawan Balakar Pemadam Kebakaran (BPK) Kabupaten Kapuas bergerak cepat menuju Handil Aman di Jalan Trans Kalimantan Km. 14, tepat di perbatasan Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Respons cepat ini dilakukan setelah mendapat informasi adanya kebakaran hebat yang melanda kawasan tersebut pada Senin malam, 15 September 2025.
Informasi mengenai kebakaran ini pertama kali dilaporkan masuk ke grup relawan sekitar pukul 21.50 WIB. Warga setempat yang melihat kobaran api segera meminta bantuan kepada pemadam kebakaran dan relawan BPK dari kedua arah, baik Kalsel maupun Kalteng. Warga melaporkan api menyebar dengan cepat dan membahayakan permukiman.
Dalam waktu sekitar 10 menit, relawan BPK Kapuas tiba di lokasi kejadian. Tanpa membuang waktu, mereka langsung berjibaku memadamkan api yang sudah meluas. Namun, tantangan besar segera mereka hadapi yaitu ketersediaan air yang terbatas. Kondisi air sungai yang sedang surut menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman.
"Mohon BPK yang ke sini bawa tangki, air sungai sedang surut!" ucap salah satu relawan.
Keterbatasan akses air memaksa relawan bekerja lebih keras dengan sumber daya yang ada. Upaya tak kenal lelah para relawan akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 22.17 WIB, relawan setempat melaporkan bahwa intensitas api mulai menurun, ditandai dengan kepulan asap putih. Meskipun api sudah mereda, relawan tetap berada di lokasi untuk melakukan pembasahan.
Dari keterangan yang didapat dari relawan Kapuas, musibah ini dilaporkan membakar setidaknya tiga rumah warga. Kerugian material akibat kebakaran ini belum dapat dipastikan dan masih dalam pendataan. Pihak berwenang juga belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti dari insiden kebakaran ini.
Meski kerugian material cukup besar, kabar baiknya tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam musibah ini. (SABRIANOOR/y)









