BORNEONEWS, Gunung Mas - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melakukan ekspedisi ke wilayah hulu Sungai Kahayan, dipimpin Bupati Gunung Mas, Arton S Dohong. Yaitu ke Bukit Tantan Samatuan, Patahu Batu Balangan milik Dambung Mangkurab, Kaleka Tumbang Dangoi dan beberapa situs lainnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan 4 - 8 November 2016, dengan melibatkan kurang lebih 60 peserta.
Dalam ekspedisi yang dipimpin Bupati Gumas, Arton S Dohong itu, ikut mendampingi Sekretris Daerah (Sekda) Gumas, Kamiar, kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Yokdie, sejumlah pejabat terkait lainnya dan para peserta ekspedisi.
Dalam ekespedisi itu, rombongan memulai perjalanan dari Rumah Jabatan Bupati Gumas, Jumat (4/11) sekitar pukul 08.00 WIB. Kemudian robongan dengan menggunakan puluhan mobil double gardan melintasi jalan darat menuju hulu Sungai Kahayan. Dalam perjalanan tersebut, melintasi beberapa obyek wisata Batu Suli di Desa Tumbang Manange, Desa Tumbang Anoi yang merupakan tempat perdamaian Suku Dayak ratusan tahun silam.
Dalam ekspedisi kali ini, tim ekspedisi juga melibatkan pemandu yang merupakan keturunan Damang Batu dan merupakan penunggu Betang Tumbang Anoi yakni Tiong Batu dan Basir (pemuka Agama Hindu Kaharingan) dan pihak terkait lainnya.
Selama beberapa hari melakukan espedisi, tim ekspedisi sampai ke bukit Tantan Samatuan dan menancapkan Bendera Merah Putih, Panji Kabupaten Gumas dan bendera kuning di Bukit dengan ketinggian 1.110 meret dari permukan laut.
Tim juga menancapkan Bendera Merah Putih, Panji Kabupaten Gumas dan bendera kuning. Tim juga mengunjungi Tajahan Bandar, Kaleka Tumbang Dangoi. Disamping menggunakan kendaraan roda empat, tim juga menggunakan kendaraan air (kelotok) untuk mencapai tujuan ekspedisi.
“Tujuan ekspedisi ini adalah untuk menemukan destinasi wisata yang baru dan benda-benda cagar budaya,” ujar kepala Disbudparpora Yokdie .
Pada hari terakhir ekspedisi, Selasa (8/11), beberapa anggota tim ekspedisi melakukan susur Sungai Kahayan melewati banyak riam dengan aliran deras dari tempat menginap di Sokon menuju Desa Tumbang Mahuroi, desa yang paling hulu di Sungai Kahayan. Selanjutnya, sore hari rombongan menuju Kuala Kurun dan semua tim tiba dengan selamat.
”Kita patut bersyukur semua tim bisa sampai dengan selamat. Meski pun harus melewati medan yang berat dan banyak tantangan,” kata Bupati Gumas, Arton S Dohong. (EPRA SENTOSA/N).








