BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menanggapi keluhan terkait keberadaan depo sampah yang berada dekat SMPN 3 Sampit. Menurutnya, penutupan depo harus dikaji matang karena berpotensi menimbulkan masalah baru terkait penanganan sampah.
“Memang ada surat dari sekolah terkait keluhan depo sampah dekat SMPN 3 Sampit. Sudah saya minta Sekda untuk merapatkan karena memang depo itu selama ini dikeluhkan sekolah karena bau,” kata Halikinnor, Selasa, 16 September 2025.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, depo tersebut saat ini dibersihkan setiap hari sehingga tidak lagi menimbulkan bau. Namun, ia tetap menginstruksikan agar dilakukan kajian mendalam.
“Saya instruksikan agar rapat lagi untuk kita kaji. Karena kalau ditutup, bagaimana kebutuhan depo di sana. Tetapi kalau betul-betul mengganggu bisa kita pertimbangkan untuk ditutup. Namun harus ada alternatif, jangan nanti begitu depo ditutup timbul masalah baru, sampah bisa dibuang di pinggir jalan lagi,” imbuhnya.
Halikinnor menegaskan, sejak awal depo tersebut dibangun untuk kebutuhan masyarakat. Jika memang harus ditutup, maka solusi alternatif harus disiapkan terlebih dahulu agar penanganan sampah tidak terbengkalai.
“Kalau misalnya harus kita tutup rapat deponya jangan sampai ada bau itu bisa. Sekarang saya turunkan tim untuk cek dulu. Saat jam belajar, sampah itu dites dengan guru, DLH, dan masyarakat. Kalau memang bau, jangan sampai mengganggu anak-anak kita,” ujarnya.
Menurutnya, depo sampah di kawasan tersebut memang sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan mencari jalan terbaik agar sampah tetap tertangani dengan baik tanpa mengganggu aktivitas belajar di sekolah.
“Kita akan cari solusi terbaik supaya sampah bisa tertangani dan sekolah pun tidak terganggu,” pungkas Halikinnor. (DEWI PATMALASARI/H)









