PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, menyatakan bahwa produk olahan anyaman rotan dari daerah harus mampu mengikuti perkembangan zaman, baik dari segi desain maupun strategi pemasarannya. Menurutnya, kerajinan rotan yang menjadi salah satu ciri khas Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk menembus pasar global.

“Anyaman rotan itu punya nilai seni dan nilai budaya yang tinggi. Kalau mampu dikembangkan sesuai tren modern dan selera pasar, produk ini bukan hanya diminati lokal, tapi juga bisa menembus pasar nasional bahkan internasional,” ujar Sri, Selasa, 16 September 2025.

Ia menilai, para pengrajin perlu diberikan pelatihan inovasi desain agar produk mereka lebih variatif. Dengan begitu, anyaman rotan tidak hanya dipandang sebagai barang tradisional, tetapi juga bisa menjadi produk gaya hidup yang diminati generasi muda maupun konsumen global.

Selain desain, Sri Ani menekankan pentingnya strategi pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital. Platform e-commerce, media sosial, dan marketplace internasional dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan produk anyaman rotan ke pasar yang lebih luas.

“Kalau hanya mengandalkan pasar lokal, potensi rotan tidak akan berkembang maksimal. Pengrajin harus melek digital agar bisa memasarkan produknya secara global. Pemerintah juga harus hadir memberikan dukungan,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa dukungan pemerintah kota dalam bentuk regulasi, pendampingan, dan bantuan modal sangat diperlukan agar industri kreatif berbasis rotan bisa tumbuh berkelanjutan. Tanpa intervensi tersebut, pengrajin akan kesulitan menghadapi tantangan persaingan pasar.

Sri Ani juga menyoroti perlunya perlindungan terhadap hutan rotan sebagai bahan baku utama. Jika eksploitasi tidak diimbangi dengan pelestarian, maka ketersediaan bahan baku akan terancam, dan hal itu tentu berdampak pada keberlanjutan usaha para pengrajin.

“Rotan adalah identitas daerah. Kita tidak boleh membiarkan warisan ini hilang. Justru kita harus menjadikannya sebagai kekuatan ekonomi kreatif yang bisa membawa nama Palangka Raya sampai ke pasar global,” pungkasnya. (MARINI/H)