KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Linae Victoria Aden, telah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemerintah daerah di wilayahnya. 

Apresiasi ini diberikan atas komitmen dan kerja keras dalam memenuhi hak anak dan mewujudkan lingkungan yang layak bagi tumbuh kembang mereka. Secara khusus, ia menyoroti pencapaian luar biasa yang diraih oleh Kabupaten Kapuas.

Kabupaten Kapuas berhasil menunjukkan kemajuan signifikan dengan meningkatkan predikatnya dari Kota Layak Anak (KLA) kategori Pratama selama dua tahun berturut-turut, menjadi KLA kategori Madya di tahun 2025.

Peningkatan predikat ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam mengimplementasikan program-program yang berfokus pada kesejahteraan anak. 

Menanggapi ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Usis I Sangkai, menyatakan rasa syukur dan kebanggaannya. Ia menegaskan bahwa peningkatan predikat ini tidak membuat Pemkab Kapuas berpuas diri. Justru sebaliknya, penghargaan ini memotivasi pemerintah daerah untuk terus berupaya memperkuat langkah-langkah strategis yang telah dicanangkan demi kesejahteraan anak-anak di Kapuas.

Usis I Sangkai menjelaskan bahwa langkah-langkah strategis yang akan terus diperkuat mencakup beberapa aspek penting. 

"Langkah-langkah tersebut mencakup pemenuhan hak anak, perlindungan khusus, serta menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi tumbuh kembang anak di daerah," ungkapnya pada Selasa, 16 September 2025. 

Sebelumnya, Sekda Kapuas didampingi oleh sejumlah pejabat kunci. Mereka adalah Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Budi Kurniawan, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Tri Setyautami, telah mengikuti kegiatan Penguatan Kota Layak Anak (KLA) se-Provinsi Kalimantan Tengah pada Senin kemarin.

Kegiatan tersebut merupakan forum penting untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan daerah yang ramah anak. (SABRIANOOR/R)