SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Setelah sebelumnya banjir melanda wilayah utara, kini mulai meluas hingga ke wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur. Sejumlah desa mulai terdampak akibat hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir.

Di Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, banjir merendam jalan sepanjang sekitar 500 meter di kiri kanan simpang Samuda – Ujung Pandaran dengan ketinggian air 20–30 sentimeter.

"Ada sekitar 5–10 rumah warga juga terendam banjir," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, Selasa, 16 September 2025.

Kondisi serupa terjadi di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit. Air masuk ke pekarangan rumah dan fasilitas umum, bahkan beberapa sekolah mulai tergenang.

Tampak foto dibagikan warga SDN Kunjung Lampuyang terendam banjir. Selain itu, para petani terpaksa menunda panen karena sawah mereka terendam banjir.

"Memang di wilayah ini sering banjir kalau musim hujan. Ada beberapa sekolah yang terendam. Petani pun menunda panen karena banjir," kata Kepala Desa Lampuyang Muksin saat dikonfirmasi.

Pemkab Kotim sebelumnya telah menetapkan Status Siaga Darurat Banjir selama 48 hari, mulai 12 September hingga 29 Oktober 2025.

Beberapa pekan terakhir, banjir sudah lebih dulu melanda wilayah utara Kotim. Tercatat 20 desa di tujuh kecamatan terdampak dengan ketinggian air bervariasi. (DEWI PATMALASARI/R)