SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Banjir yang kembali melanda wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan ancaman lain berupa kemunculan buaya muara.

Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengingatkan warga agar lebih waspada, terutama di malam hari. Pasalnya, saat debit air meningkat, buaya yang habitatnya berada di muara sungai berpotensi masuk ke permukiman.

“Wah, bahaya ini, apalagi kalau banjirnya sampai malam. Buaya bisa keliaran di malam hari. Hati-hati warga, terutama yang punya kandang ternak di samping atau belakang rumahnya,” ujarnya, Senin, 16 September 2025.

Ia menjelaskan, muara Sungai Lampuyang memang menjadi habitat buaya muara. Ketika banjir, satwa tersebut dapat bergerak ke area persawahan hingga mendekati rumah warga.

“Bahkan menurut keterangan staf desa, buaya semakin sering terlihat dan jumlahnya makin banyak,” katanya.

Selain di Desa Lampuyang, Muriansyah menyebut seluruh anak sungai di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan juga rawan kemunculan buaya. Karena itu, warga diminta berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari.

Sementara itu, banjir merendam sejumlah wilayah di Kotim bagian selatan. Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, menjadi salah satu daerah yang terdampak.

Hujan deras beberapa hari terakhir menyebabkan air masuk ke pekarangan rumah hingga fasilitas umum. Kondisi serupa terjadi di Desa Sapihan, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. (DEWI PATMALASARI/R)