BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kendalikan penyakit menular seperti AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM).
"Ini memang menjadi perhatian pemerintah pusat, karena penyakit AIDS, TBC, dan malaria selalu menjadi sorotan dunia internasional," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, Selasa, 16 September 2025.
Hal ini ditegaskan oleh Umar, saat lokakarya penyusunan dokumen perencanaan ATM. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Kalimantan Tengah ini menunjuk Kotim sebagai tuan rumah.
Umar menjelaskan forum tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari antar-OPD, lembaga perencana dan keuangan daerah, hingga dukungan perusahaan melalui CSR.
Lebih lanjut ia menyebut data Dinkes Kotim menunjukkan bahwa kasus HIV/AIDS masih menjadi tantangan. Pada tahun 2023 tercatat 91 kasus, tahun 2024 sebanyak 66 kasus, dan hingga Juni 2025 ditemukan 51 kasus.
Sementara itu, tuberkulosis mengalami peningkatan, dari 584 kasus pada 2023 menjadi 744 kasus pada 2024, dan per Agustus 2025 tercatat 506 kasus.
"Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah sangat dibutuhkan agar penanggulangan ATM bisa berjalan sesuai target nasional maupun internasional," terangnya. (DEVIANA/j)









