BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pemerintah Kabupaten Pulang Pusau memfokuskan program utama penanganan stunting, salah satunya dititikberatkan kepada pemberian makan bergizi untuk anak-anak stunting.
"Melalui program terintegrasi, saya bersama tim melibatkan tenaga kesehatan dan perangkat desa turun langsung memastikan penanganan ini berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan selama 45 hari," kata Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta di Pulang Pisau, Selasa, 16 September 2025.
Ia mengaku dirinya bersama tim percepatan stunting juga diagendakan turun langsung ke kecamatan dengan mengundang seluruh kepala desa, bidan, dan perawat yang bertugas di Puskesmas maupun Posyandu untuk bersama-sama melaksanakan program prioritas tersebut.
"Kami ingin semua pihak benar-benar berperan aktif, karena kerja sama lintas sektor mutlak diperlukan demi menekan angka stunting di Pulang Pisau," ujarnya.
Jayadikarta mengatakan Kabupaten Pulang Pisau pada 2024, melaksanakan berbagai dukungan program, seperti pemberian makanan tambahan di PAUD, penyediaan air bersih dan sumur bor, sosialisasi gemar makan ikan, hingga kampanye konsumsi pangan bergizi seimbang dan aman.
"Ada juga program bantuan pangan bagi anak telantar, pelayanan KB, penguatan kader pembangunan manusia, pemberian bibit ternak dan sayur hingga perbaikan rumah tidak layak huni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Dia menyampaikan capaian program tersebut dinilai belum cukup. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Pulang Pisau tercatat sebesar 27,9 persen atau naik 3,9 persen dibandingkan 2023 yang hanya 24 persen.
"Angka ini menjadi peringatan serius bagi kita semua, sehingga diperlukan langkah strategis dan perencanaan yang lebih terarah serta terfokus agar percepatan penurunan stunting di Pulang Pisau bisa benar-benar tercapai sesuai target nasional," ujar Jayadikarta.
Dia menekankan beberapa hal penting yang harus menjadi perhatian bersama, terutama agar setiap pihak dapat bekerja lebih terarah dan konsisten dalam mendukung percepatan pencegahan serta penurunan angka stunting di kabupaten setempat.
"Beberapa poin penting, yakni memperkuat komitmen lintas sektor, laksanakan perencanaan berbasis data, tingkatkan pemantauan berkala, libatkan masyarakat dan tokoh lokal, serta pastikan anggaran desa dan APBD benar-benar mendukung program stunting," kata Ahmad Jayadikarta.









