SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir melanda tiga desa di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Plt Camat Mentaya Hilir Selatan, Rida Riswandi, melaporkan banjir terjadi pada Jumat, 12 September, Sabtu, 13 September dan Selasa, 16 September 2025. Tiga wilayah yang terdampak banjir yaitu Kelurahan Samuda Kota, Kelurahan Basirih Hilir, dan Desa Samuda Kecil.

“Banjir ini akibat curah hujan tinggi yang membuat air meluap hingga menggenangi permukiman warga dan fasilitas pemerintah,” kata Rida, Rabu, 17 September 2025.

Ketinggian air dilaporkan mencapai 10–50 sentimeter. Sejumlah rumah warga tergenang dan beberapa barang milik masyarakat hanyut terbawa arus. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Sebagian besar warga sudah mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Namun, tetap ada kerugian material karena ada barang yang hanyut,” tambahnya.

Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa telah mengambil langkah cepat dengan mengimbau warga terdampak agar lebih siaga menghadapi kemungkinan banjir susulan.

“Kami minta masyarakat menyimpan barang, termasuk hewan ternak, ke lokasi yang lebih aman. Potensi curah hujan tinggi masih ada sehingga risiko banjir bisa kembali terjadi,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir agar selalu siap jika terjadi peningkatan debit air.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kotim telah menetapkan status Siaga Darurat Banjir selama 48 hari, terhitung sejak 12 September hingga 29 Oktober 2025. Dengan adanya status siaga ini, tim gabungan dari BPBD Kotim, TNI, Polri, relawan, camat, dan kepala desa dikerahkan untuk mengantisipasi dampak banjir sekaligus membantu penanganan cepat di lapangan. (DEWI PATMALASARI/y)