BORNEONEWS, Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Linmas Kabupaten Kapuas mengadakan Sosialisasi Peningkatan Toleransi dan Kerukunan Dalam Kehidupan Beragama Tahun 2016. Sosialisasi bertema Radikalisme dan Terorisme, Ancaman Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama itu, berlangsung Selasa (8/11/2016) pagi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Bappeda tersebut dibuka oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Kapuas Rianova SH dan dihadiri narasumber Kasubdit Resosialisasi dan Rehabilitasi Direktorat Deradikalisasi pada Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) RI Kolonel  Sigit Karyadi.

Bupati Kapuas dalam sambutan tertulis yang dibacakan, seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang semakin kompleks, akhir-akhir ini yang mana radikalisme dan terorisme sudah menjadi fenomena yang semakin marak di Indonesia

Lanjutnya, eksistensi toleransi dan kerukunan umat beragama dan eksistensi ketentraman dan ketertiban masyarakat, dan akhirnya eksistensi persatuan dan kesatuan bangsa Negara Republik Indonesia di uji.

“Apalagi aksi dan pemahaman radikal dan teroris sering dikait-kaitkan dengan agama tertentu, padahal agama manapun di dunia ini tidak ada yang membenarkan radikalisme dan terorisme,” katanya.

Ia menerangkan, penanganan masalah radikalisme dan terorisme terutama yang berbasis agama tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah, namun semua komponen bangsa harus terlibat.

“Apapun strata dan profesi kita semua harus terlibat sesuai dengan peran kita masing-masing,” terang Ben dalam sambutan tertulisnya. Untuk itu, Ia mengungkapkan, Pemerintah Pusat telah membentuk Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) RI yang bertujuan untuk menanggulangi dan memberantas terorisme.

Kemudian, di tingkat daerah, lanjut dia, Pemerintah Pusat telah memberikan bimbingan dan fasilitas serta menertibkan regulasi keagamaan menyangkut masalah pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama serta menyangkut pemeliharaan ketentraman dan ketertiban masyarakat serta menyangkut pemeliharaan kerukunan umat beragama.

“Harapan saya kepada para peserta untuk menyimak dan mengikuti sosialisasi ini dengan seksama. Dan pasca sosialisasi diharapkan kepada kita semua untuk meng-sosialisasikan bahanya radikalisme dan terorisme yang merupakan ancaman toleransi dan kerukunan umat beragama,” harapnya.

Sebelumnya, ditempat yang sama, Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Kapuas Drs Ibak melaporkan, tujuan kegiatan diantaranya berusaha menciptakan komunitas masyarakat anti radikalisme dan anti terorisme yang toleran dan berkerukunan serta memahami dan mengetahui peran masing-masing dalam membantu penanganan radikalisme dan terorisme.

“Bertujuan untuk menyamakan pemahaman dan persepsi tentang radikalisme dan terorisme serta membentuk jiwa nasionalisme dengan semangat Bhineka Tunggal Ika,” terangnya. (DJEMMY NAPOLEON/N).