BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat, Sri Lestari menegaskan bahwa Kobar memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang masuk Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya di wilayah barat.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 di halaman Kantor Bupati Kobar, Rabu, 17 September 2025.
Kobar memiliki keunggulan karena didukung moda transportasi darat, laut, dan udara. Hal tersebut menjadikan daerah ini sebagai jalur utama pergerakan logistik dan mobilitas masyarakat antarprovinsi.
“Akses, baik itu untuk logistik kebutuhan di dalam Provinsi Kalimantan Tengah, juga banyak yang melalui Kabupaten Kotawaringin Barat. Baik dari Pelabuhan Kumai, Bandara Iskandar, maupun jalur darat yang terhubung dengan provinsi tetangga, yaitu Kalimantan Barat,” kata Sri Lestari.
Ia menilai kondisi transportasi di Kobar sudah cukup baik, namun masih perlu peningkatan agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satunya, dengan penambahan rute pelayaran baru dari Pelabuhan Kumai.
“Alhamdulillah kondisi yang sudah baik ini harapannya bisa menjadi lebih baik lagi. Misalnya, saat ini sudah ada rute Kumai–Semarang dan Kumai–Surabaya. Kalau memungkinkan ada penambahan Kumai–Tanjung Priok, DKI Jakarta, tentu akan semakin mempermudah akses distribusi komoditas,” ujarnya.
Sri menjelaskan pengiriman ekspedisi dari Jakarta saat ini masih harus transit di Semarang sebelum diteruskan ke Kobar. Menurutnya, jika ada pelayaran langsung dari Jakarta, maka harga komoditas bisa ditekan lebih murah.
Selain transportasi laut, ia juga menyoroti tingginya kebutuhan moda transportasi udara di Kobar. Saat ini, penerbangan dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun melayani rute ke Semarang, Jakarta, dan Surabaya.
“Semua penerbangan itu selalu penuh setiap kali boarding. Kalau memang memungkinkan ada penambahan rute penerbangan baru, tentu sangat baik, apalagi kunjungan wisatawan ke Kobar cukup tinggi karena adanya Taman Nasional Tanjung Puting,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Bandara Iskandar tidak hanya melayani masyarakat Kobar, tetapi juga menjadi tumpuan mobilitas bagi warga dari Kabupaten Seruyan, Kotawaringin Timur, Lamandau, Sukamara, bahkan sebagian wilayah Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Kobar.
“Kalau nanti grafik penumpang meningkat signifikan, tentu harus ada langkah antisipasi agar tidak terjadi penumpukan. Setelah kajian teknis, kalau memang diperlukan, kita mendorong adanya penambahan rute penerbangan baru supaya kebutuhan transportasi masyarakat bisa terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. (DANANG/R)









