BORNEONEWS, Tamiang Layang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Barito Timur, terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Sanggu, Eko Bambang Minarto, menjelaskan dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya faktor yang mendukung peningkatan curah hujan di wilayah Kalimantan Tengah.
“Terdapat belokan angin dan konvergensi yang menyebabkan penumpukan massa udara. Kondisi ini memicu pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah setempat,” ujarnya, Rabu, 17 September 2025.
Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 98W di sekitar Laut Filipina Barat. Meski tidak berdampak langsung ke wilayah Indonesia, fenomena ini turut memengaruhi kondisi atmosfer sehingga meningkatkan potensi hujan di Kalimantan Tengah.
Berdasarkan analisis perkembangan musim, Kalimantan Tengah secara umum sudah memasuki musim hujan sejak Dasarian I hingga Dasarian II Agustus 2025. Karena itu, BMKG menyurati Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui surat nomor e.B/ME.02.04/008/KSGB/IX/2025 guna menyampaikan peringatan dini dan rekomendasi kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem.
“Kami mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap hujan deras berdurasi singkat yang disertai petir dan angin kencang. Dampak yang mungkin terjadi antara lain genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang,” tambah Eko.
Lebih lanjut, BMKG mencatat adanya pertumbuhan awan konvektif atau Cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan hujan lebat dengan angin kencang.
“Masyarakat diimbau berhati-hati dan selalu memperhatikan informasi cuaca resmi dari BMKG,” ujarnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









