SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Banjir yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berdampak pada kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah. Berdasarkan laporan Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim, tercatat 8 sekolah terdampak banjir, bahkan 3 di antaranya terpaksa menerapkan Belajar dari Rumah (BDR) karena kondisi cukup parah.

Adapun 5 sekolah yang masih tetap menjalankan aktivitas belajar di sekolah meski terdampak banjir, yakni SDN 5 Samuda Kota, SDN 1 Samuda Kecil, SDN Kunjung Lampuyang, SDN 3 Lampuyang, dan SMPN Satap 2 Teluk Sampit.

Sementara itu, 3 sekolah yang harus menerapkan sistem BDR adalah SDN 1 Tumbang Tilap, SDN 1 Kawan Batu, dan SDN 1 Baampah.

Dari laporan di lapangan, banjir di beberapa sekolah cukup mengkhawatirkan. Misalnya di SDN 1 Tumbang Tilap, genangan air nyaris memasuki ruang kelas meski bangunan sekolah tersebut berbentuk panggung dari kayu.

Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, menegaskan keselamatan guru dan peserta didik menjadi prioritas utama. Sekolah bisa langsung mengambil langkah untuk menjaga keselamatan guru dan peserta didik, lalu segera melaporkan kondisi ke Disdik.

"Jika banjir sudah mengganggu kesehatan dan keselamatan, maka sekolah wajib mengambil tindakan sesuai kondisi masing-masing,” kata Irfansyah, Rabu, 17 September 2025.

Irfansyah juga menginstruksikan agar setiap sekolah terdampak segera menyampaikan laporan disertai dokumentasi berupa foto atau video. Hal ini penting agar pihaknya bisa melaporkan kondisi ke pimpinan daerah sekaligus menyiapkan langkah penanganan yang diperlukan. (DEWI PATMALASARI/j)