BORNEONEWS, Palangka Raya – Pelatihan Penyusunan Rencana Kontingensi (RENKON) 2025 di Kalteng menggunakan metode blended learning sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Peserta tidak hanya mengikuti pembukaan dan pemaparan materi secara virtual, tetapi juga diberikan tugas mandiri yang dirancang untuk memperkuat pemahaman teknis dan analitis.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap para aparatur dapat menguasai teknik penyusunan rencana kontingensi yang aplikatif, sehingga kita semua lebih siap, lebih tangguh, dan lebih sigap dalam menghadapi tantangan,” ucap Sunarti di Palangka Raya, Rabu, 17 September 2025.
Kepala BPSDM Kalteng, Nunu Andriani, menyebut blended learning dipilih agar pelatihan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberi kesempatan peserta untuk mempraktikkan penyusunan rencana kontingensi.
Menurutnya, metode ini mampu membangun keterampilan berpikir analitis dan teknis aparatur, sekaligus meningkatkan kemandirian dalam menyelesaikan tugas-tugas strategis.
Blended learning diharapkan dapat menjadi model pelatihan berkelanjutan bagi ASN Kalteng, terutama dalam menghadapi situasi krisis yang memerlukan respon cepat. (HERMAWAN DP/j)
Blended Learning Jadi Strategi Efektif Latih ASN Kalteng
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Veda Ega Jadi Pembalap Indonesia Pertama yang Raih Pole Position
Komentar (0)
Memuat komentar…







