PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun-  Palang Merah Indonesia (PMI) memasuki usia ke-80 pada 17 September 2025. Sebagai organisasi kemanusiaan, PMI selama delapan dekade hadir membantu pemerintah dalam meringankan penderitaan manusia tanpa membedakan agama, suku, ras, maupun pandangan politik.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Tebarkan Kebaikan”, yang mengandung pesan bahwa sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan, akan memberi dampak besar bagi sesama. 

Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah menyebutkan, PMI telah membuktikan peran besarnya dalam setiap bencana dan kesulitan, mulai dari layanan darah, pelayanan kesehatan, hingga aksi sosial kemanusiaan.

“Menolong sesama bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga panggilan kemanusiaan. Kebaikan itu menular, dan dengan menebarkannya kita menyalakan semangat gotong royong serta solidaritas sosial,” ujarnya, Rabu, 17 September 2025.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Kobar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus, relawan, donatur, dan mitra PMI Kobar. Meski dengan keterbatasan, PMI Kobar dinilai terus berkomitmen mengoptimalkan layanan agar lebih banyak masyarakat merasakan manfaatnya.

Sebagai bentuk dukungan, Nurhidayah menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Kobar mendukung penuh pelaksanaan Bulan Dana PMI 2025 yang akan digelar pada 1 November hingga 31 Desember 2025. Dana yang terkumpul diharapkan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan PMI.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kotawaringin Barat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Bulan Dana PMI, dukungan sukarela ini pada akhirnya akan kembali lagi untuk melayani masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Selain itu, Bupati yang sekaligus juga Ketua PMI Kobar menegaskan pentingnya relawan untuk selalu tanggap dan siap menghadapi kondisi darurat di daerah. Ia berharap Kabupaten Kobar terhindar dari bencana, namun bila terjadi, PMI siap menjadi garda terdepan bersama pemerintah daerah.

“PMI adalah mitra pemerintah, terutama dalam kondisi kedaruratan. Kita sudah banyak terbantu oleh PMI, baik dalam penanganan bencana maupun isu-isu sosial. Sinergi ini akan terus diperkuat demi Kotawaringin Barat yang semakin maju,” pungkasnya. (NURITA/j)